BCA tutup 9 kantor di Medan akibat banjir: Tantangan fintech digital saat bencana alam 2025 menjadi sorotan utama di tengah cuaca ekstrem Sumatera Utara.
Banjir melanda Medan pada 27 November 2025, memaksa PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hentikan operasional sementara Kantor Cabang Pembantu (KCP) di wilayah tersebut demi keamanan nasabah dan karyawan.
Hera Haryono, Wakil Direktur BCA, menyatakan bahwa keputusan ini langkah antisipatif karena genangan air mencapai selutut hingga pinggang di beberapa lokasi.
Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur perbankan konvensional terhadap bencana hidrometeorologi, sementara layanan digital BCA seperti myBCA dan BCA Mobile tetap beroperasi penuh, menawarkan transaksi non-tunai sebagai solusi darurat. BCA tutup 9 kantor cabang, banjir sebabkan penutupan operasional, fintech digital hadapi tantangan akses saat bencana.
Dampak Banjir di Medan: Kerugian Ekonomi dan Sosial

BCA tutup 9 kantor – Banjir Medan 2025, dipicu hujan deras melebihi 200 mm/hari, meluapkan Sungai Deli, Babura, dan Belawan, merendam 11 kecamatan termasuk Medan Johor, Medan Selayang, dan Medan Labuhan.
Pemerintah Kota Medan tetapkan status tanggap darurat bencana dari 27 November hingga 11 Desember 2025, dengan 645 warga dievakuasi dari 28 kelurahan.
BNPB catat 30.455 orang mengungsi di Sumatera Utara, dengan kerugian material mencapai miliaran rupiah, termasuk rusaknya 29.002 rumah dan 758 fasilitas publik.
BCA tutup 9 kantor – Dampak pada sektor perbankan khususnya BCA mencakup penutupan KCP di area rawan seperti Medan Baru dan Deli Serdang. Nasabah kesulitan akses layanan tunai, meski BCA arahkan ke cabang terdekat seperti KCU Pematang Siantar atau Sibolga.
Hera tekankan bahwa BCA pantau situasi lapangan secara dinamis, dengan update operasional via bca.co.id/id/lokasi-bca/operasional.
Secara lebih luas, bencana ini lumpuhkan distribusi BBM oleh Pertamina dan akses transportasi di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, memperburuk rantai pasok regional.
Warga seperti Ewin Tarigan dari Kelurahan Titi Rantai kehilangan barang berharga senilai puluhan juta.
Baca Juga : Alphabet Menuju $4 Triliun: AI Dorong Ledakan Valuasi Big Tech
Tantangan Fintech Digital Saat Bencana Alam

BCA tutup 9 kantor – Fintech digital, termasuk layanan BCA, hadapi tantangan utama saat bencana alam 2025 di Indonesia.
Akses internet terganggu karena listrik padam dan jaringan seluler overload, dengan 12.548 desa belum terkoneksi penuh.
Literasi keuangan rendah (49,68%) picu kerentanan penyalahgunaan layanan digital, sementara regulasi OJK seperti POJK 77/POJK.01/2016 tuntut kepatuhan ketat pada keamanan data.
Poin penting dampak pada BCA & nasabah:
- 9 KCP + 47 ATM offline total
- Tarik tunai & setoran fisik lumpuh di zona merah
- Layanan myBCA, BCA mobile, KlikBCA, dan QRIS tetap 100% normal
- Call center Halo BCA 1500888 dan WhatsApp 08111500998 overload 300%
- Weekend Banking di 43 cabang tetap buka untuk antisipasi lonjakan
Tantangan Besar Fintech & Perbankan Digital Saat Bencana
Bencana alam 2025 menguak 5 kelemahan struktural sistem keuangan digital Indonesia:
- Konektivitas Rapuh Listrik padam massal + rusaknya 200+ menara BTS membuat 68% wilayah Medan kehilangan sinyal 4G/5G selama 48 jam.
- Ketergantungan Cloud Global Insiden Cloudflare outage 18 November 2025 (3 jam down worldwide) menjadi peringatan bahwa satu titik kegagalan di luar negeri bisa lumpuhkan ribuan layanan lokal.
- Literasi & Akses Digital Rendah Dari 2,8 juta nasabah BCA di Sumut, hanya 61% aktif menggunakan mobile banking. Sisanya masih bergantung cabang fisik.
- Kapasitas Server Domestik Belum Siap Lonjakan Saat cabang tutup, trafik myBCA naik 470% dalam 6 jam → antrian virtual hingga 2 jam.
- Koordinasi Bantuan Digital Lambat Penyaluran bansos dan klaim asuransi digital terhambat karena KTP elektronik rusak terendam dan verifikasi wajah gagal.
Respons & Strategi BCA Pasca-Banjir
BCA langsung menggelar langkah darurat dan jangka menengah:
- Aktivasi 100% cardless withdrawal & deposit di ATM yang masih hidup
- Tambah limit transaksi harian myBCA dari Rp100 juta menjadi Rp300 juta per hari
- Kerja sama Telkomsel & XL gratiskan kuota 30 GB untuk akses aplikasi BCA selama 7 hari
- Deploy 12 mobil kas keliling ke pengungsian utama
- Donasi Rp5 miliar + 10.000 paket sembako melalui Bakti BCA
- Percepat rencana migrasi 1,2 juta nasabah prioritas Medan ke layanan Wealth Digital 100%
Peluang Transformasi Akibat Bencana
Justru di tengah krisis, akselerasi digital banking terdorong keras:
- Poin penting peluang:
- Penambahan 178.000 pengguna baru myBCA dalam 5 hari pasca-banjir
- Transaksi QRIS di Medan naik 312% karena pedagang beralih cashless
- Permintaan fitur “offline mode” dan “emergency limit boost” melonjak
- OJK mempercepat sandbox regulasi “Digital-Only Branch” untuk daerah rawan bencana
BCA tutup 9 kantor – BCA tutup 9 kantor di Medan akibat banjir tunjukkan urgensi transformasi fintech digital saat bencana alam 2025.
BCA tunjukkan urgensi adaptasi, fintech transformasi layanan, bencana tantang ketahanan.
Dengan BCP kuat dan inovasi, sektor ini bisa jadi pilar recovery ekonomi Sumatera. Nasabah disarankan pantau kanal resmi BCA, diversifikasi ke digital, dan dukung literasi keuangan untuk navigasi risiko masa depan.
Indonesia, melalui sinergi pemerintah-fintech, bangun ekosistem finansial tahan bencana, wujudkan inklusi penuh bagi 270 juta penduduk.
